Saturday, November 10, 2012

Cara Membuat Suling Dangdut

Banyak sekali jenis suling di dunia ini, di Indonesia sendiri saja bisa kita jumpai berbagai jenis suling khususnya suling bambu karena selain bambu juga ada suling tanduk, pipa peralon atau kayu.
Setiap etnis mempunyai khasanah musik yang berbeda-beda, maka tak heran anatar daerah satu dengan daerah lain kita jumpai suling yang berbeda-beda. Ada suling Sunda, Slendro, Pelog, Batak, Bali semuanya mewakili ciri culture masining-masing.

Jenis sulung pun ada yang tegak dan ada yang miring, miring ? wah moga yang memainkan gak ikutan miring ya.  Suling tegak lebih mudah dibunyikan daripada suling miring. Suling miring biasanya dimainkan untuk melengkapimusik dangsut. Suling miring bisa berbunyi lebih komplek atau universal daripada suling miring.
Gimana cara membuatnya, Ini saya share cara pembuatannya dari awal. Karena saya bukan orang orang berbasic musik jadi ini hanyalah cara asal-asalan saja yang penting bisa berbunyi seperti suling pasa umumnya, yaitu diatonis. Ini suling miring/ suling dangdut jadi lubangnya disamping.

1. Mencari Bambu



Kalau memilih bambu, pilihlah bambu yang ukuran diameternya sama antara antara ujung dan pangkal atau hampir sama. Kebetulan di tempat saya gak ada bambu suling, jadi saya cari saja bambu kuning yang biasa buat menghias taman. Bambu ini sangat tipis dan mudah sekali layu atau menyusut bila kering. Maka saya rendam dulu bambunya supaya seratnya rapat.

2. Pemotongan dan melubangi bambu

Setelah direndam selama 1 minggu, saya keringkan dahulu. saya ingin membuat suling diatonis nada E mayor. Semakin  pendek bambu atau semakin  maka semakin tinggi bunyi yang dihasilkan, begitu sebaliknya.
Setelah saya potong sesuai ukuran , bambu siap dilubangi. Jarak antara lubang tiup dan lubang jari paling atas 16 cm maka jarak  antara lubang jari teratas sampai ke bawah juga 16cm. Kita bagi saja, kita beri titik 16 cm dibagi 6.
Setelah sudah diberikan titik, ambil bor kayu atau besi panas atau bisa juga menggunakan solder.
Setelah semua dilubangi tinggal di stem aja..
gimana caranya ??
Biasanya bisa dusesuaikan dengan suara keyboard. Namun karena saya miskin alat musik, saya hanya menggunakan software 4tyloph.  Cari karet bekas sandal jepit. Anda bisa korek-korek sampah atau di gudang atau di sungai... :D
Bentuklah bundar sesuai lubang sulingnya. Tutup bagian atas suling denga karet tersebut. Apabila nada kurang rendah dorong ke atas lagi mendekati lubang paling atas, apabila kurang tinggi dorong mendekati lubang tiup.
Kita buka 4tyloph untuk menyesuaikan nadanya.
Jade deh.. karena insting musik saya pas-pasan , ya saya ambil spekulasi aja kalo itu sesuai,, hehe ^_^
Nah jadi deh tinggal di pernis atau di pliktur biar cantik
Kami tidak menerima jual-beli suling, hanya share aja barangkali berguna buat agan-agan, namun kami menjual berbagai pernak pernik dari bambu.
gazebo, rumah bambu, krey, tudung nasi.
All about bamboo.

Selamat mencoba ^_^

Thursday, November 1, 2012

Anto Gantaz Endorsment Jaket Batik Medogh

Jaket Motif Parang Klitik Medogh,,
Anto Gantazz menggunakan jaket Medogh,

Bermula dari ketertarikan mas Anto saat lihat koleksi-koleksi di website medogh, ih wau... so mas Anto langsung
capcuss tancap motor suzuky sky drive nya ke showroom kami. Waktu itu kami masih menghuni showroom kami di rumah tua, rumah peninggalan
Eyang Jendral. Untuk perdana mas Anto membeli rompi, kedua membeli jumper dan ketiga membeli jaket 2 sisi, seterusnya medogh memberi free untuk mas Anto sebagai
bonus iklan di JOgja Hip Hop Foundation (JHF).

Hujan- hujan mas Anto mengambil pesanannnya ke showroom kami, awal bertemu mas anto saya ngobrol-ngobrol tentang kesenian. Kebetulan
personil JHF ada senior saya, yang dulu beliau pernah berproses di Teater Masa. Mas Marzuki mohammad, kakak tingkat di MAN Yogyakarta 1 dan Teater Masa kira-kira angkatan
90an. Setelah beberapa waktu tidak bertemu, saya dan mas anto ketemu lagi di Rumah Budaya Tembi, dari obrolan kami malam itu mas anto berencana ingin membuatkan relasinya
AKALA, RAPPERS Inggris. Ih wau lagi.. banyak juga fans Jogja Hip-Hop Foundation (JHF), Mas Anto proudly present jaket medogh.

Semakin banyak animo ABG - ABG fans JHF, seracing di google, jaket batik. Sekarang pun menjadi trensetter anak muda mengenakan kemeja besar dan topi hip hop.
JHF membawa urban, menciptakan trensetter khususnya di jogja dan pecinta hip hop umumnya.
Moga aja Jaket batik medogh menjadi trensetter semua kalangan di negara Ini.
Bangga, cinta , melestarikan  dibuktikan dengan memakai selalu karena tampil eye catching.

Salam Jaket Batik,
Avan Lintang Kamukus Jagad
CS Medogh dan Pecinta Kesenian dan kebudayaan.

Saturday, October 6, 2012

Makna Lagu Gundul-Gundul Pacul Sangat Filosofis


Tembang Jawa ini diciptakan tahun 1400 an oleh Sunan Kalijaga dan teman-temannya yang masih remaja dan mempunyai arti filosofis yg dalam dan sangat mulia.

Gundul- gundul pacul cul gemblelengan.
nyunggi-nyunggi wakul kul gemblelengan
wakul ngglimpang segane dadi sak latar

image pinjem dari : http://www.beritaunik.net/unik-aneh/makna-filosofis-lagu-gundul-gundul-pacul.html

gundul : tak berambut
pacul : cangkul
gemblelengan ; badung, nakal. pecicilan
nyunggi ; mengangkat barang di kepala, biasanya barang itu makanan atau sesuatu yang terhormat.
wakul : wadah nasi
ngglimpang : jatuh
segane : nasinya
dadi : jadi
sak latar : se-halaman.

Lagu itu tak asing di telinga Aku, lagu gundul-gundul pacul adalah lagu daerah (jawa) ber-laras pelog.
Bapak- Ibu dulu sering menyanyikan lagu itu waktu aku kecil.
lagu itu adalah lagu dolanan anak-anak, asik, enerjik dan lucu.

Akau ngefans ama Emha aiunun najib (cak nun). so,,ane Buka Youtube,Mendengarkan pengajian emha ainun najib (cak nun) setting di pleret, Bantul, jogja. Beliau menjelaskan tentang hamemayu ayuning bawana.
Salah satu isinya ngebahas tentang lagu dolanan gundul- gundul pacul.
Emha menelaah lagu dolanan anak- anak "gundul-gundul pacul", lagu itu ternyata punya makna yang luas..

Kira- kira begini isi rangkumanku,

gundul-gundul pacul-cul gemblelengan
kalo anak- anak masih kecil, ingusan, gemblelengan/ badung, bau, gak pernah mandi,pantas lah mereka berlagak sok, badung, gak tau aturan, gak disiplin.

Nyungi-nyunggi wakul - kul gemblelengan
Wakul adalah tempat nasi, makanya disunggi,kalo kamu sudah menyunggi wakul gak boleh gemblelengan/badung.

wakul ngglimpang segone dadi sak latar

Karena kalo sudah besar/ nyunggi wakul masih gemblelengan/nakal, bisa - bisa wakul ngglimpang segone dadi sak latar.
Sama artinya bisa- bisa kita jatuh,, menjatuhkan nasi dan tersebar gak karuan.
Nasi adalah simbol kesejahteraan rakyat, orang memikul nasi pasti gak mungkin nasi se-wakul di makan sendiri tapi buat orang banyak.

Lagu ini untuk para pejabat kita,. mereka jangan sampai "wakul ngglimpang segone dadi sak latar".

gambar wakul





Saturday, September 29, 2012

Cara Afdruk Screen Sablon


Saya ingin berbagi pengalaman tentang cara mencetak gambar atau afdruk ke screen sablon.
Setiap guru berbeda- beda caranya baik cara menyablon, cara mencampur warna, mencampur bahan tinta atau afdruk / scanning, Bagi para pemula alangkah baiknya mengetahui ilmu dasar dahulu dalam belajar sablon yaitu afdruk/ scanning, Scanning ini hanya istilah saya aja lho,
Scanning bisa dilakukan di siang hari ataupun malam hari. Siang bisa mengandalkan panas matahari dan malam bisa menggunakan lampu 60 what. Pertama – tama siapkan dahulu bahan- bahannya, antara lain :
1. Screen
2.  Kaca transparan
3. Obat afdruk yaitu bisa photozol TS, ulano, bremol,. kalo saya biasanya menggunakan Photoshol,,
4.  Busa
5. Kain hitam
6. Semprotan air
7. Lampu neon 60 Watt
8. Hairdryer
9. Penggaris plastic
10. Minyak Kelapa
11. Triplek
Cara Afdruk atau Scanning
  1. Siapkan desain yang ingin dicetak, desain ini bisa di print menggunakan kertas HVS biasa atau bisa juga menggunakan kertas Kalkir. Menggunakan kertas kalkir ini lebih memudahkan karena tidak harus dibasahi minyak kelapa.
  2. Ambil obat afdruk, disini kami menggunakan Photoshol, obat ini ada 2 bahan yaitu pengencer dan obatnya. Campurkan pengencer sedikit saja sampai warna menjadi ungu muda, Aduk  sampai OKE lalu
Oleskan  ke screen secara merata. Gunakan penggaris yang sudah di amplas pinggirnya untuk  meratakannya. Ratakan pada bagian dalam dan luar screen. Hasil yang bagus photoshol dapat marata dan tipis olesannya.
  1. Setelah itu letakkan screen yang sudah dioles photoshol tadi ke tempat gelap, aman dari cahaya.
Keringkan dengan Hairdryer, biasanys gak sampai 20 menit sudah kering. Pastikan screen benar- benar dalam keadaan kering. Masih di tempat yang gelap, oleskan minyak kelapa ke kertas yang ingin dicetak, apabila menggunakan kertas kalkir tidak perlu dibasahi minyak goring.
Setelah itu goreng ke penggorengan.. hehhee.. jadi mateng deh..
Setelah itu bukan digoreng tapi tempelkan ke screen bagian luar.
  1. Masih ditempat aman dari cahaya, masukkan busa kedalam screen, Bisa itu sebelumnya lapisi dengan kain hitam untuk menangkap panas. kertas desain tadi tutup dengan kaca transparan. Di bawah busa taruhkan Triplek. Triplek  berguna untuk menekan busa dan kaca.
  2. Siap,, lalu pegang dan himpit screen menggunakan triplek dan kaca tadi.
Panaskan ke sinar matahari dengan posisi lutut menekan triplek.  Biasanya hanya membutuhkan waktu 15 detik di waktu matahari diatas kepala kita, ya sekitar pukul 11 .00 sampai 13.00.
Sebenarnya tidak ada standar waktu pastinya, karena panas dan terang matahari tidak bisa tentu. Pada jam tertentu dan musim tertentu.
  1. Amankan ketempat yang redup, lalu basahi screen tadi menggunakan lap basah.
Taruh  ke bawah screen dalam keadaan terbuka, siramlah dengan air.
Apabila sukses desain anda tadi pasti sudah terbentuk, Kurangnya panas/ lama penyinaran
Berakibat pada kerasnya gambar. Apabila kurang lama penyinarannya gambar  yang tercetak akan gampang hancur.
Setelah terbentuk gambarnya, lalu semprotkan air menggunakan penyemprot dengan hati-hati,,
  1. Sudah jadi deh…
Selamat Mencoba, apabila bingung bisa menghubungi bloh ini atau bisa sms ke 087839483140 atau email ke fhiltrip@gmail.com.  Selamat berkarya http://fhiltrip.wordpress.com/2012/09/29/cara-afdruk-screen-sablon/

Saturday, September 15, 2012

Aku Rindu Adegan Itu


Jalan ditutup, para pengguna jalan dari arah utara di jalan Panjaitan diarahkan belok ke kiri sebelum menuju ke krapyak.  Aku di stop beberapa polisi,
“ mau  pengajian habib syeh lewat mana ya pak ? “ tanyaku pada polisi tua itu.
“lurus aja mas “ jawab polisi itu   dengan agak acuh.
Tidak jauh aku melesat jauh dari pertigaan itu, ternyata jalan ditutup lagi.
“Ora iso liwat mas,. Kebak dalane (tak bisa lewat mas, jalannya penuh) “ kata pak parkir di depanku.
“pengajian pak “ spontan aku jawab dia.
Ku tancap terus gas terus motor,  malas rasanya kalo aku bayar parkir, so  sampailah aku di jalan yang lebih dekat panggung. Sendirian, Kubakar rokok ku menikmati lagu- lagu habib syeh. Asik rasanya merenung, berdiam sendiri dalam suasana ramai yang khusuk.
Daun jati kering jatuh di depanku, kupandang pohon jati muda itu yang sudah mulai semi bunganya. Aku teringat sewaktu aku masih kelas 3 SMP, dulu begitu semangatnya aku ke pangajian-pengajian seperti ini.  Habib syeh belum ada, karena kelas 3 smp ku kira- kira tahun 2004  dan sekarang tahun 2012.
Bersama andi setyawan (andex),  wahyu wardana (koyex), agus sutopo (toples) dan Prahjoko (gembus), kami berangkat ke gunung Giriloyo, nama yang sangat asing di otakku. Senang sekali bisa jalan- jalan keluar malam-malam di daerah pegunungan.  Perasaan itu yang kadang aku rindukan, perasaan ingin tau yang sangat besar,  Ingin menjelajah,  merasakan adegan yang belum pernah aku alami sebelumnya.
Bersama rombongan masjid, kami berangkat kesana. Pengajian sekalian maen. Adegan yang sangat baru buat kami, buatku terutama. Kami parkir motor  dan menapaki jalan yang naik, ramai banyak penjual. Keluguan seperti itu sangat wajar di umur segitu, mungkin sekarang kalo aku mengulangi adegan itu  dengan tokoh AKU yang sekarang sudah tidak berasa great lagi. Akhirnya kami yang ikut rombongan orang dewasa duduk gelar tikar di atas. Kalo bisa bayangkan tempat itu kanan kiri jalannya punggungan dan jalannya pun masih batu belum aspal. Sambil memandang cewek-cewek pondok yang lewat kami yang duduk disitu makan syomay.
“ padang bulan, padang bulan “ ,,
Renungan ku bersambung.. tak terasa kenangan itu sudah 8 tahun berlalu. Ku kira bapak tua yang menyebarkan kertas sambil ngomong “padang bulan “ adalah orang yang mempromosikan event padang bulannya cak nun. Aku panggil bapak itu, aku tanya Ternyata orang itu menawarkan lirik padang bulan sholawat habib syeh. 1 lembar fotokopian seribu. Jiaaaah.. ^^
Habib syeh membawa barokah kapada orang2 di sekelilingnya, pedangang, tukar parkir, penjual merchandise.. Subhanallah ^^






Monday, August 20, 2012

Ruwahan, Antara Budaya dan Agama


Tak terasa sekarang sudah di penghujung bulan ruwah, seperti biasa masyarakat Indonesia khususnya di jawa tempat saya tinggalada acara ruwahan atau nyadran atau sadranan. Acara sadranan biasa dilakukan dengan bersih – bersih makam leluhur dan mendoakan atau tahlilan bersama- sama pada malam harinya namun biasanya penyadran hanya bersih makam dan mendoakan saja. Acara ini tentu dijalani bagi orang yang percaya. Hehe, agama kan memang kepercayaan ya.  ^_^

Kebetulan saya sendiri masih melakukan ritual nyadran meski hanya membersihkan makam nenek dan pakde. Hari itu adalah hari minggu, saya libur kerja namun baru pukul 16.45 WIB sampai rumah. Nenek yang dari ibukku dikebumikan di dusun serut , kira- kira 8 Km kea rah timur dari rumahku tepatnya di kaki gunung Seribu. Saya sudah janji dengan Ibu, maka bergegaslah saya mandi lantas beli bunga yang isinya kantil, dan bunga apa namanya yang saya sendiri kurang tau nama dan makna filosofisnya.
Kata penjual bunga itu, biasanya kantil gak disertakan kalo untuk ziarah, khusus bulan ruwah ini kantil harus ada.
Tak terasa azan maghrib sudah berkumandang maka saya dan ibu memutuskan bakda mahrib ke makamnya. Sampailah kami di makam, sungguh sangat sepi makam ini karena terletak jauh dari kampong. Kami memanjatkan doa kepada Allah SWT, bermunajat kepada- Nya. Kpeda –Nya lho bukan kepadanya. Nya adalah Allah SWT, Tuhan pencipta segala kehidupan dan Dia yang Maha Berkehendak.
Di tengah- tengah kami berdoa,  saya mendengar suara motor yang berhenti teoatnya di pintu masuk atau di belakang kanan kami, dalam hati mungkin itu juga peziarah pikirku. Motor itu tak lama kemudian berjalan kembali. Kami asik dengan kekhusukan kami berdoa dan membaca Yasin, 10  menit kemudian doa kami hamper selesai . Dari arah belakang saya mendengar suara orang entah mereka berdoa atau berbicara, suaranya lebih dari 1 orang. Bergumam  seperti orang tahlilan, ow peziarah juga mungkin.
Satu menit sebelum kami selesai berdoa, dari arah kanan depan ada orang mendehem, suara wanita sangat dekat sekali. Kalau bisa saya perkirakan orang itu duduk di utara bisan eyang buyut saya.
Soda Qollahul “adhim, kami selesai membaca doa, saya melihat ke belakang tak satupun ada orang dan senter saya arahkan ke depan kanan saya ternyata juga nihil.
anehnya biasanya saya ketakutan tapi Saya tak merasa takut sedikit pun. Kalau di nalar tak mungkin suara di kanan saya itu manusia, 1 menit sebelum selesai saya dengar dia  mendehem dan anehnya Ibu saya yang berada di kananku malah tak mendengar.
Apa kah sebenarnya suara itu ??? Hohohoho..
Aku jadi ingat setelah membaca salah satu buku “ kepekaan dapat di dapat ketiika manusia menjalani prihatin, peduli terhadap sesama  dan olah nafas”

Monday, July 2, 2012

Bali shanty,, lagu Instrumental suling yang menginspirasi hidup.



gus teja.. membawakan lagu berjudul baly shanty,. pas banget komposisi musiknya.
aku suka banget.
Musiknya slow tapi enerjik, apalagi pas reff,.. membuat hati seakan tertembak oleh alunan
nada- nada nya.
Pagi hari bangun tidur sepeti biasa, setelah shalat subuh aku melakukan kebiasaanku yaitu sedikit streching tubuh.
habis itu tak lupa secangkir kopi menemani pagi yang dingin di kampungku.
Depan rumahku sengaja aku tanam pohon bambu, karena aku suka bambu, angan2ku besok di depan rumahku mau aku
tanam berbagai jenis species bambu, tentunya ya bambu hias dunk,, bukan empring ngori (bambu ori yang ada durinya kaya di pinggir2 sungai).

Lagu gus teja ini membawaku terbang saat aku lagi sedih,, wau terbang ? padahal gak punya sayap bro... ^_^
Ketika aku dengerin, terbayang di depanku ada 2 penari yang lemah gemulai dengan senyum manis di wajahnya. Suasana tenang, damai, senyuman, keramahan,
keceriaan semua terbungkus dalam lagu ini.
Kebetulan rumahku di desa dan di pinggir jalan tak beraspal (tapi jangan bayangin pelosok baget loh). Pagi hari dari arah selatan berlalu-lalang orang2 desa
naik sepeda membawa keronjot , ada yang jual jenang (bubur), tukang sol sepatu, atau yang lainnya.
Terdengar suasana natural dan sayup dengan visualisasi nyata realita kehidupan di desaku.

AKu pertama belajar suling juga memainkan lagu ini, sebelum aku tergabung di komunitasku "komunitas suling bambu nusantara".
Walau sampai sekarang aku juga belum bisa, karena masih tak tau menau tentang teori musik. AKu gak bisa tapi aku suka, berawal dari kesukaanku ini
aku mencoba mencari komunitas yang bisa menambah ilmuku yaitu Komunitas Suling Bambu Nusantara (KSBN)
Aku suka banget lagu ini, waktu itu aku mendaki gunung merbabu tentunya sebelum aku tergabung di KSBN. sesampai puncak aku puter lagu ini sambil aku tiup suling nada G, praat... priit...
sial siul... gak bisa
menjadi nada yang harmoni.. tapi aku suka.. Asik banget, dari puncak merbabu menikmati lagu ini dengan menikmati keaslian alam dan kawah merapi, waktu itu sebelum merapi terjadi tragedi tahun 2011.




Gus teja itu siapa sebenarnya aku juga gak tau, siapakah dia ? apakah dia seorang pemusik pertapa seperti kitaro sehingga bisa membuat komposisi dasyat dengan nada yang simple.
Mari kita cari tau. Walau judulnya bali shanti dan karakter musiknya musik bali namun aku punya imajinasi sendiri dengerin lagu ini.. visualisasi dan rasaku sendiri.

Selamat mencari Inspirasi dengan musik kesukaanmu... ^_^