Showing posts with label agama. Show all posts
Showing posts with label agama. Show all posts

Sunday, August 9, 2015

Eksistensi Dukun bermahzab Kyai



Aneh – aneh saja Tingkah  pak Kamad ini, kesibukan sehari – harinya membuat kurungan ayam . Profesinya berganti ganti dari pengrajin bilik bamboo, pengrajin besek sampai kadang kala menjadi sopir travel. Hebat, di kala ini sepi ganti itu yang rame dan di waktu lebaran itu sempat juga pak Kamad membuat lampion dari stereoform untuk dia jual di pinggir jalan sampai pas hari raya shalat ied menjual balon di pinggir halaman jamaah shalat ied. Namun keistiqomahannya yaitu satu tetap membuat kurungan ayam dari bambu.
Suatu ketika di satu kampong itu dia tersaingi oleh Ramli pengrajin kurungan bamboo muda yang lebih ulet dan lebih marketable. Ya dari pemikiran dan tentang ilmu marketing pelayanan jelas pak Kamad kalah dengan Ramli. Kiprah Ramli malang melintang dalam dunia perkurungan ayam semakin besar sehingga menjadikan Pak Kamad mangkel dengan gelagat Ramli. Munculah isu kurungan ayam buatan Ramli mengandung mistis yang menyebabkan ayam – ayam kalo dikurung di kurungan buatan ramli menjadi gering (taksehat) sampai dibuktikan beberapa orang ternyata benar. Entah kebetulan atau itu memang dibuat sengaja seperti itu.  Ramli semakin heran dan dia berinisiatif membuat kurungan dengan bentuk yang berbeda,. Nah lho ternyata kurungan desain yang baru ini tak memberi efek sakit buat si ayam. Konsumen ramli pada balik lagi ke ramli, dan pak Kamad pun akhirnya berganti profesi baru.
Profesi baru pak Kamad menjadi Dukun yang bergelar Kyai tanpa Guru. Dan beberapa orang yang ingin meminta kesembuhan kesana anehnya juga sembuh kata orang – orang yang sering nimbrung di rumah pak Kamad. Antara percaya dan tidak percaya,. Dia kadang menjadi harimau, ngglesot, merauh seperti buto cakil, kadang menjadi sesosok bocah kecil yang celat katanya makhluk yang sering ikut pak Kamad ini adalah cucu dari Nyai Roro Kidul, kadang menjadi sosok yang berkepribadian tua. Namun yang paling sering yaitu pribadi pak Kamad menjadi bocah bisu. Dari bocah bisu ini pak Kamad terkenal dengan panggilan mbah Bicu. Digosoknya tangan kanannya keluar uang 50-ribuan halus-halus. Sudah seperti wali saja mbah bicu sampai anak kecil yang sudah betumur 3 tahun gak bisa bicara dibawanya ke mbah bicu, pun juga ada tanda-tanda mulai membaik. Ada yang seret rejekinya minta syarat ke mbah bicu ya semakin lancer rejekinya dengan tak lepas syarat-syarat materi yang khusus beaik uang buat mbah bicu atau ubo rampe kembang kemenyan. Tak lepas itu semua mbah bicu yang dulunya ahli maksiat sekarang menjadi ahli syariat bahkan tharikat juga wejangannya kepada pasiennya pun disuruhnya untuk ndeder syariat.
Eksistensi mbah Bicu semakin hebat, gak kerja pun dapat uang. Profesi menjadi dukun bergelar kyai memang sangat profitable. Entah itu sugesti si pasien atau benar kehebatan Mbah bicu yang batin orang pun dia tau menjadikan dia sering mengupas kejelekan orang ini ke orang itu yang dating kesitu.
Sungguh hebat mungkin bisa –bisa itu benar wali atau bahkan nabi kontemporer. :D
“Ayam pun lebih tawakal.. memilih untuk sakit, memilih kurungan yang baik buat dirinya, karena Ayam selalu menerima dengan ihlas kehendak-Nya akan garis hidupnya”. Guman Ramli sambil bul bul… hembuskan rokok kreteknya. (y)

Avan Lintang

Monday, August 20, 2012

Ruwahan, Antara Budaya dan Agama


Tak terasa sekarang sudah di penghujung bulan ruwah, seperti biasa masyarakat Indonesia khususnya di jawa tempat saya tinggalada acara ruwahan atau nyadran atau sadranan. Acara sadranan biasa dilakukan dengan bersih – bersih makam leluhur dan mendoakan atau tahlilan bersama- sama pada malam harinya namun biasanya penyadran hanya bersih makam dan mendoakan saja. Acara ini tentu dijalani bagi orang yang percaya. Hehe, agama kan memang kepercayaan ya.  ^_^

Kebetulan saya sendiri masih melakukan ritual nyadran meski hanya membersihkan makam nenek dan pakde. Hari itu adalah hari minggu, saya libur kerja namun baru pukul 16.45 WIB sampai rumah. Nenek yang dari ibukku dikebumikan di dusun serut , kira- kira 8 Km kea rah timur dari rumahku tepatnya di kaki gunung Seribu. Saya sudah janji dengan Ibu, maka bergegaslah saya mandi lantas beli bunga yang isinya kantil, dan bunga apa namanya yang saya sendiri kurang tau nama dan makna filosofisnya.
Kata penjual bunga itu, biasanya kantil gak disertakan kalo untuk ziarah, khusus bulan ruwah ini kantil harus ada.
Tak terasa azan maghrib sudah berkumandang maka saya dan ibu memutuskan bakda mahrib ke makamnya. Sampailah kami di makam, sungguh sangat sepi makam ini karena terletak jauh dari kampong. Kami memanjatkan doa kepada Allah SWT, bermunajat kepada- Nya. Kpeda –Nya lho bukan kepadanya. Nya adalah Allah SWT, Tuhan pencipta segala kehidupan dan Dia yang Maha Berkehendak.
Di tengah- tengah kami berdoa,  saya mendengar suara motor yang berhenti teoatnya di pintu masuk atau di belakang kanan kami, dalam hati mungkin itu juga peziarah pikirku. Motor itu tak lama kemudian berjalan kembali. Kami asik dengan kekhusukan kami berdoa dan membaca Yasin, 10  menit kemudian doa kami hamper selesai . Dari arah belakang saya mendengar suara orang entah mereka berdoa atau berbicara, suaranya lebih dari 1 orang. Bergumam  seperti orang tahlilan, ow peziarah juga mungkin.
Satu menit sebelum kami selesai berdoa, dari arah kanan depan ada orang mendehem, suara wanita sangat dekat sekali. Kalau bisa saya perkirakan orang itu duduk di utara bisan eyang buyut saya.
Soda Qollahul “adhim, kami selesai membaca doa, saya melihat ke belakang tak satupun ada orang dan senter saya arahkan ke depan kanan saya ternyata juga nihil.
anehnya biasanya saya ketakutan tapi Saya tak merasa takut sedikit pun. Kalau di nalar tak mungkin suara di kanan saya itu manusia, 1 menit sebelum selesai saya dengar dia  mendehem dan anehnya Ibu saya yang berada di kananku malah tak mendengar.
Apa kah sebenarnya suara itu ??? Hohohoho..
Aku jadi ingat setelah membaca salah satu buku “ kepekaan dapat di dapat ketiika manusia menjalani prihatin, peduli terhadap sesama  dan olah nafas”