Thursday, October 3, 2013

Arti Peninggalan Leluhur


Sarat dengan makna dan petuah - petuah berguna, itulah berbeda orang jaman dahulu dengan sekarang.
Orang jaman dahulu menyisipkan filosofi yang sangat besar sekali dalam setiap karya yang diciptakan, seperti gethok tular kalimat2 orang dulu contohnya kalo dalam khasanah jawa " nek mangan di entekke,, ngko pitike mati" artinya " kalo makan gak dihabiskan nanti ayam nya mati.
Itu adalah kalimat orang tua yang ucapkan kepada anaknya dengan tujuan si anak menghabiskan makan.
karena orang dulu itu banyak peliharaan termasuk ayam, dan kalo nasi gak habis lalu dikasihkan ayam, ayamnya akan mati. Jadi orang dulu ketika menceramahi atau memberi tahu  atau menegaskan sesuatu tidak langsung mengucapkan "TEMPE" meski TEMPE yang dituju.

Tak jauh berbeda dengan lagu, anda tau lagu jawa gundul- gundul pacul, cublak -  cublak sueng, sluku - sluku bathok, ilir ilir.
Di sunda, minang, bali, pasti juga ada tapi karena saya bukan budayawan, atau tepatnya orang jawa yang gak tau apa2 jadi saya gak bisa menjelaskan tentang itu. Nah itu tugas teman2 untuk menambahi . ^^

Ari lagu -  lagu tersebut bisa anda search di google, salah satunya blognya mas Rief Budiman petak umpet yang saya semoga beliau selalu dirahmati Allah SWT tentang tulisan - tulisannya yang sangat bermakna dan menambah motivasi dunia akhirat.

^^

Sunday, July 21, 2013

Angin pulau Batangan

layar telah mengembang, saatnya kembali mengarungi samudra tak terbatas.
senang berkenalan dengan kalian, pak dasuki, Pak sampang, pak To dan
kau raras, gadis desa beranjak matang yang membuat aku betah di kampungmu.
sebulan ternyata waktu yang sangat pendek.
raras, tak kusangka air matamu menetes melihat kepergianku.
 "aku gak pergi raras, aku hanya akan bersinggah sebentar ke pulau yang lain
dan atas ijin -Nya aku akan mengukir kembali cerita kita di pulau kecil ini".itulah kata terakhirku
kepadanya.

Ceritaku laksana seorang sinbad yang seakan penguasa lautan raya atau jack sparrow penakluk kraken dan davy jones, padahal biasa saja
aku hanyalah seorang anak nelayan dari desa Gandar.
Sudah 35 tahun bapak menjadi sorang nelayan.
Ibuk hanyalah seorang tukang adang (tukang masak nasi) ketika orang ada hajatan yang gajinya hanyalah sebatas
untuk membeli sabun dan odol yang lainnya biasanya diupah beras, nasi atau bumbon (bawang merah, putih atau yang lainnya)
Orangtuaku ingin semua anaknya sekolah tinggi dan gimana caranya mendapatkan uang untuk menyekolahkan, hanya aku saja yang tak mau kuliah dulu karena aku tau mereka sudah engkak engkik (makin rapuh) mencari uang.
Aku adalah anak terakhir dari 3 bersaudara, kakakq pertama adalah seorang laki-laki sarjana ilmu pasti yang bekerja di fotokopian. kakakq yang kedua perempuan dan sekarang sedang mengandung 3 bulan dengan seorang perjaka pengrajin topeng.
Baru kuliah 4 semester terus cuti buru-buru ingin nikah saking jatuh cintanya dengan Mas Salim. Pernah waktu itu dia tunjukan kepadaku topeng karya mas salim pencitraan wajahnya. Dia bernama Kasih, nama panjangnya Kasih puspita wulandari.
Boleh dibilang mbak kasih berparas cantik nyatanya sudah 5 perjaka dulu ditolaknya padahal salah satunya ada yang juragan ayam potong,
salah satu yang lain ada yang pns menjadi orang kejaksaan dan entah kenapa mbak kasih memilih mas salim menjadikan imam hidupnya
seorang pengrajin topeng dari kampung tambaksari.
Sudah 2 tahun yang lalu aku tamat Madrasah, satu tahun ikut pak lek jualan ikan di pasar talok.
Dan sekarang aku ikut bapak mencari ikan di laut utara jawa.

Seperti biasa kami mencari ikan dengan cara tradisional, sekarang ikan sudah tidak sebanyak dulu kata bapak.
Kunyalakan lampu tak tau ini namanya lampu apa ? orang meyebutnya lampu mercuri karena lumayan sangat terang membuat boros solar
yang sekarang harganya makin naik. di permukaan air laut utara yang tenang kusorot lampu, bapak memasang jaring dahulu di bawahnya.
ikan itu entah lapar atau bodoh mau saja mendekat berkerumun di terang lampu mercury.
Bagaikan pasukan laut majapahit menghadapi datangnya badai, aku cepat menarik tali jaring dengan cepat dan ikan pun tertangkap karena lubang jaring kian mengecil.
Menyenangkan sekali, berbekal kompas goyang kami pun melanjutkan perjalanan, kami ingin menepi karena sudah mendekati pagi.
waktu menunjukkan pukul 3 pagi, kami menepi di sebuah pulau entah itu pulau apa. Djancok kami kira pulau madura ternyata bukan.
Nama pulau ini pulau batangan, entah pulau ini terletak di sbelah mananya madura bahasanya pun campuran ada yang berbahasa madura dan ada yang
berbahasa using banyuwangi. Ikan - ikan tangkapan kami dibeli habis oleh orang sini dan kami pun disuruh beristirahat di rumah pak Sampang.
Orang tua yang tidak beranak dan suami istri dengan bu sampang mereka hobi beli nomer hongkong (semacam togel).
Bapak masih jagongan dengan pak Samang, Kurebahkan badan ku di amben depan rumahnya.
Antara sadar etah aku udah tertidur atau masih jaga, kulihat gadis tinggi semampai dengan rambut lurus menjulai, entah seperti apa parasnya,
dia masuk ke rumah pak sampang.
SOrak aku terbangun tak ingin melanjutkan merebahkan diri, terbangun antara malu karena ada gadis, aku malu rebahan dilihat gadis
apalagi tertidur dan tiba- tiba bangun dengan mata merah dilihati gadis.

- bersambung

Cerpen karya avan lintang.

Saturday, November 10, 2012

Cara Membuat Suling Dangdut

Banyak sekali jenis suling di dunia ini, di Indonesia sendiri saja bisa kita jumpai berbagai jenis suling khususnya suling bambu karena selain bambu juga ada suling tanduk, pipa peralon atau kayu.
Setiap etnis mempunyai khasanah musik yang berbeda-beda, maka tak heran anatar daerah satu dengan daerah lain kita jumpai suling yang berbeda-beda. Ada suling Sunda, Slendro, Pelog, Batak, Bali semuanya mewakili ciri culture masining-masing.

Jenis sulung pun ada yang tegak dan ada yang miring, miring ? wah moga yang memainkan gak ikutan miring ya.  Suling tegak lebih mudah dibunyikan daripada suling miring. Suling miring biasanya dimainkan untuk melengkapimusik dangsut. Suling miring bisa berbunyi lebih komplek atau universal daripada suling miring.
Gimana cara membuatnya, Ini saya share cara pembuatannya dari awal. Karena saya bukan orang orang berbasic musik jadi ini hanyalah cara asal-asalan saja yang penting bisa berbunyi seperti suling pasa umumnya, yaitu diatonis. Ini suling miring/ suling dangdut jadi lubangnya disamping.

1. Mencari Bambu



Kalau memilih bambu, pilihlah bambu yang ukuran diameternya sama antara antara ujung dan pangkal atau hampir sama. Kebetulan di tempat saya gak ada bambu suling, jadi saya cari saja bambu kuning yang biasa buat menghias taman. Bambu ini sangat tipis dan mudah sekali layu atau menyusut bila kering. Maka saya rendam dulu bambunya supaya seratnya rapat.

2. Pemotongan dan melubangi bambu

Setelah direndam selama 1 minggu, saya keringkan dahulu. saya ingin membuat suling diatonis nada E mayor. Semakin  pendek bambu atau semakin  maka semakin tinggi bunyi yang dihasilkan, begitu sebaliknya.
Setelah saya potong sesuai ukuran , bambu siap dilubangi. Jarak antara lubang tiup dan lubang jari paling atas 16 cm maka jarak  antara lubang jari teratas sampai ke bawah juga 16cm. Kita bagi saja, kita beri titik 16 cm dibagi 6.
Setelah sudah diberikan titik, ambil bor kayu atau besi panas atau bisa juga menggunakan solder.
Setelah semua dilubangi tinggal di stem aja..
gimana caranya ??
Biasanya bisa dusesuaikan dengan suara keyboard. Namun karena saya miskin alat musik, saya hanya menggunakan software 4tyloph.  Cari karet bekas sandal jepit. Anda bisa korek-korek sampah atau di gudang atau di sungai... :D
Bentuklah bundar sesuai lubang sulingnya. Tutup bagian atas suling denga karet tersebut. Apabila nada kurang rendah dorong ke atas lagi mendekati lubang paling atas, apabila kurang tinggi dorong mendekati lubang tiup.
Kita buka 4tyloph untuk menyesuaikan nadanya.
Jade deh.. karena insting musik saya pas-pasan , ya saya ambil spekulasi aja kalo itu sesuai,, hehe ^_^
Nah jadi deh tinggal di pernis atau di pliktur biar cantik
Kami tidak menerima jual-beli suling, hanya share aja barangkali berguna buat agan-agan, namun kami menjual berbagai pernak pernik dari bambu.
gazebo, rumah bambu, krey, tudung nasi.
All about bamboo.

Selamat mencoba ^_^

Thursday, November 1, 2012

Anto Gantaz Endorsment Jaket Batik Medogh

Jaket Motif Parang Klitik Medogh,,
Anto Gantazz menggunakan jaket Medogh,

Bermula dari ketertarikan mas Anto saat lihat koleksi-koleksi di website medogh, ih wau... so mas Anto langsung
capcuss tancap motor suzuky sky drive nya ke showroom kami. Waktu itu kami masih menghuni showroom kami di rumah tua, rumah peninggalan
Eyang Jendral. Untuk perdana mas Anto membeli rompi, kedua membeli jumper dan ketiga membeli jaket 2 sisi, seterusnya medogh memberi free untuk mas Anto sebagai
bonus iklan di JOgja Hip Hop Foundation (JHF).

Hujan- hujan mas Anto mengambil pesanannnya ke showroom kami, awal bertemu mas anto saya ngobrol-ngobrol tentang kesenian. Kebetulan
personil JHF ada senior saya, yang dulu beliau pernah berproses di Teater Masa. Mas Marzuki mohammad, kakak tingkat di MAN Yogyakarta 1 dan Teater Masa kira-kira angkatan
90an. Setelah beberapa waktu tidak bertemu, saya dan mas anto ketemu lagi di Rumah Budaya Tembi, dari obrolan kami malam itu mas anto berencana ingin membuatkan relasinya
AKALA, RAPPERS Inggris. Ih wau lagi.. banyak juga fans Jogja Hip-Hop Foundation (JHF), Mas Anto proudly present jaket medogh.

Semakin banyak animo ABG - ABG fans JHF, seracing di google, jaket batik. Sekarang pun menjadi trensetter anak muda mengenakan kemeja besar dan topi hip hop.
JHF membawa urban, menciptakan trensetter khususnya di jogja dan pecinta hip hop umumnya.
Moga aja Jaket batik medogh menjadi trensetter semua kalangan di negara Ini.
Bangga, cinta , melestarikan  dibuktikan dengan memakai selalu karena tampil eye catching.

Salam Jaket Batik,
Avan Lintang Kamukus Jagad
CS Medogh dan Pecinta Kesenian dan kebudayaan.

Saturday, October 6, 2012

Makna Lagu Gundul-Gundul Pacul Sangat Filosofis


Tembang Jawa ini diciptakan tahun 1400 an oleh Sunan Kalijaga dan teman-temannya yang masih remaja dan mempunyai arti filosofis yg dalam dan sangat mulia.

Gundul- gundul pacul cul gemblelengan.
nyunggi-nyunggi wakul kul gemblelengan
wakul ngglimpang segane dadi sak latar

image pinjem dari : http://www.beritaunik.net/unik-aneh/makna-filosofis-lagu-gundul-gundul-pacul.html

gundul : tak berambut
pacul : cangkul
gemblelengan ; badung, nakal. pecicilan
nyunggi ; mengangkat barang di kepala, biasanya barang itu makanan atau sesuatu yang terhormat.
wakul : wadah nasi
ngglimpang : jatuh
segane : nasinya
dadi : jadi
sak latar : se-halaman.

Lagu itu tak asing di telinga Aku, lagu gundul-gundul pacul adalah lagu daerah (jawa) ber-laras pelog.
Bapak- Ibu dulu sering menyanyikan lagu itu waktu aku kecil.
lagu itu adalah lagu dolanan anak-anak, asik, enerjik dan lucu.

Akau ngefans ama Emha aiunun najib (cak nun). so,,ane Buka Youtube,Mendengarkan pengajian emha ainun najib (cak nun) setting di pleret, Bantul, jogja. Beliau menjelaskan tentang hamemayu ayuning bawana.
Salah satu isinya ngebahas tentang lagu dolanan gundul- gundul pacul.
Emha menelaah lagu dolanan anak- anak "gundul-gundul pacul", lagu itu ternyata punya makna yang luas..

Kira- kira begini isi rangkumanku,

gundul-gundul pacul-cul gemblelengan
kalo anak- anak masih kecil, ingusan, gemblelengan/ badung, bau, gak pernah mandi,pantas lah mereka berlagak sok, badung, gak tau aturan, gak disiplin.

Nyungi-nyunggi wakul - kul gemblelengan
Wakul adalah tempat nasi, makanya disunggi,kalo kamu sudah menyunggi wakul gak boleh gemblelengan/badung.

wakul ngglimpang segone dadi sak latar

Karena kalo sudah besar/ nyunggi wakul masih gemblelengan/nakal, bisa - bisa wakul ngglimpang segone dadi sak latar.
Sama artinya bisa- bisa kita jatuh,, menjatuhkan nasi dan tersebar gak karuan.
Nasi adalah simbol kesejahteraan rakyat, orang memikul nasi pasti gak mungkin nasi se-wakul di makan sendiri tapi buat orang banyak.

Lagu ini untuk para pejabat kita,. mereka jangan sampai "wakul ngglimpang segone dadi sak latar".

gambar wakul





Saturday, September 29, 2012

Cara Afdruk Screen Sablon


Saya ingin berbagi pengalaman tentang cara mencetak gambar atau afdruk ke screen sablon.
Setiap guru berbeda- beda caranya baik cara menyablon, cara mencampur warna, mencampur bahan tinta atau afdruk / scanning, Bagi para pemula alangkah baiknya mengetahui ilmu dasar dahulu dalam belajar sablon yaitu afdruk/ scanning, Scanning ini hanya istilah saya aja lho,
Scanning bisa dilakukan di siang hari ataupun malam hari. Siang bisa mengandalkan panas matahari dan malam bisa menggunakan lampu 60 what. Pertama – tama siapkan dahulu bahan- bahannya, antara lain :
1. Screen
2.  Kaca transparan
3. Obat afdruk yaitu bisa photozol TS, ulano, bremol,. kalo saya biasanya menggunakan Photoshol,,
4.  Busa
5. Kain hitam
6. Semprotan air
7. Lampu neon 60 Watt
8. Hairdryer
9. Penggaris plastic
10. Minyak Kelapa
11. Triplek
Cara Afdruk atau Scanning
  1. Siapkan desain yang ingin dicetak, desain ini bisa di print menggunakan kertas HVS biasa atau bisa juga menggunakan kertas Kalkir. Menggunakan kertas kalkir ini lebih memudahkan karena tidak harus dibasahi minyak kelapa.
  2. Ambil obat afdruk, disini kami menggunakan Photoshol, obat ini ada 2 bahan yaitu pengencer dan obatnya. Campurkan pengencer sedikit saja sampai warna menjadi ungu muda, Aduk  sampai OKE lalu
Oleskan  ke screen secara merata. Gunakan penggaris yang sudah di amplas pinggirnya untuk  meratakannya. Ratakan pada bagian dalam dan luar screen. Hasil yang bagus photoshol dapat marata dan tipis olesannya.
  1. Setelah itu letakkan screen yang sudah dioles photoshol tadi ke tempat gelap, aman dari cahaya.
Keringkan dengan Hairdryer, biasanys gak sampai 20 menit sudah kering. Pastikan screen benar- benar dalam keadaan kering. Masih di tempat yang gelap, oleskan minyak kelapa ke kertas yang ingin dicetak, apabila menggunakan kertas kalkir tidak perlu dibasahi minyak goring.
Setelah itu goreng ke penggorengan.. hehhee.. jadi mateng deh..
Setelah itu bukan digoreng tapi tempelkan ke screen bagian luar.
  1. Masih ditempat aman dari cahaya, masukkan busa kedalam screen, Bisa itu sebelumnya lapisi dengan kain hitam untuk menangkap panas. kertas desain tadi tutup dengan kaca transparan. Di bawah busa taruhkan Triplek. Triplek  berguna untuk menekan busa dan kaca.
  2. Siap,, lalu pegang dan himpit screen menggunakan triplek dan kaca tadi.
Panaskan ke sinar matahari dengan posisi lutut menekan triplek.  Biasanya hanya membutuhkan waktu 15 detik di waktu matahari diatas kepala kita, ya sekitar pukul 11 .00 sampai 13.00.
Sebenarnya tidak ada standar waktu pastinya, karena panas dan terang matahari tidak bisa tentu. Pada jam tertentu dan musim tertentu.
  1. Amankan ketempat yang redup, lalu basahi screen tadi menggunakan lap basah.
Taruh  ke bawah screen dalam keadaan terbuka, siramlah dengan air.
Apabila sukses desain anda tadi pasti sudah terbentuk, Kurangnya panas/ lama penyinaran
Berakibat pada kerasnya gambar. Apabila kurang lama penyinarannya gambar  yang tercetak akan gampang hancur.
Setelah terbentuk gambarnya, lalu semprotkan air menggunakan penyemprot dengan hati-hati,,
  1. Sudah jadi deh…
Selamat Mencoba, apabila bingung bisa menghubungi bloh ini atau bisa sms ke 087839483140 atau email ke fhiltrip@gmail.com.  Selamat berkarya http://fhiltrip.wordpress.com/2012/09/29/cara-afdruk-screen-sablon/

Saturday, September 15, 2012

Aku Rindu Adegan Itu


Jalan ditutup, para pengguna jalan dari arah utara di jalan Panjaitan diarahkan belok ke kiri sebelum menuju ke krapyak.  Aku di stop beberapa polisi,
“ mau  pengajian habib syeh lewat mana ya pak ? “ tanyaku pada polisi tua itu.
“lurus aja mas “ jawab polisi itu   dengan agak acuh.
Tidak jauh aku melesat jauh dari pertigaan itu, ternyata jalan ditutup lagi.
“Ora iso liwat mas,. Kebak dalane (tak bisa lewat mas, jalannya penuh) “ kata pak parkir di depanku.
“pengajian pak “ spontan aku jawab dia.
Ku tancap terus gas terus motor,  malas rasanya kalo aku bayar parkir, so  sampailah aku di jalan yang lebih dekat panggung. Sendirian, Kubakar rokok ku menikmati lagu- lagu habib syeh. Asik rasanya merenung, berdiam sendiri dalam suasana ramai yang khusuk.
Daun jati kering jatuh di depanku, kupandang pohon jati muda itu yang sudah mulai semi bunganya. Aku teringat sewaktu aku masih kelas 3 SMP, dulu begitu semangatnya aku ke pangajian-pengajian seperti ini.  Habib syeh belum ada, karena kelas 3 smp ku kira- kira tahun 2004  dan sekarang tahun 2012.
Bersama andi setyawan (andex),  wahyu wardana (koyex), agus sutopo (toples) dan Prahjoko (gembus), kami berangkat ke gunung Giriloyo, nama yang sangat asing di otakku. Senang sekali bisa jalan- jalan keluar malam-malam di daerah pegunungan.  Perasaan itu yang kadang aku rindukan, perasaan ingin tau yang sangat besar,  Ingin menjelajah,  merasakan adegan yang belum pernah aku alami sebelumnya.
Bersama rombongan masjid, kami berangkat kesana. Pengajian sekalian maen. Adegan yang sangat baru buat kami, buatku terutama. Kami parkir motor  dan menapaki jalan yang naik, ramai banyak penjual. Keluguan seperti itu sangat wajar di umur segitu, mungkin sekarang kalo aku mengulangi adegan itu  dengan tokoh AKU yang sekarang sudah tidak berasa great lagi. Akhirnya kami yang ikut rombongan orang dewasa duduk gelar tikar di atas. Kalo bisa bayangkan tempat itu kanan kiri jalannya punggungan dan jalannya pun masih batu belum aspal. Sambil memandang cewek-cewek pondok yang lewat kami yang duduk disitu makan syomay.
“ padang bulan, padang bulan “ ,,
Renungan ku bersambung.. tak terasa kenangan itu sudah 8 tahun berlalu. Ku kira bapak tua yang menyebarkan kertas sambil ngomong “padang bulan “ adalah orang yang mempromosikan event padang bulannya cak nun. Aku panggil bapak itu, aku tanya Ternyata orang itu menawarkan lirik padang bulan sholawat habib syeh. 1 lembar fotokopian seribu. Jiaaaah.. ^^
Habib syeh membawa barokah kapada orang2 di sekelilingnya, pedangang, tukar parkir, penjual merchandise.. Subhanallah ^^