Sunday, March 20, 2011

Karinding




Karinding adalah alat musik tradisional masyarakat sunda ladang yg terbuat dari batang pohon aren, ataupun ada yang bilang dari pelepah kawung dan bambu. Konon katanya karinding ini alat musik yang cukup tua. Karinding sendiri tidak hanya ada di tatar sunda, malahan di daerah Jawa Tengah ada yang disebut Rinding dan di Bali disebut dengan Genggong.

Alat musik ini ditabuh menggunakan jari tangan (telunjuk) dan memakai mulut kita sebagai resonatornya untuk menghasilkan suara, cukup mudah untuk siapa saja, dengan cara di pukul memperlakukan alat ini seperti alat musik perkusi, dengan menggunakan satu jari tangan, dan ketika kita sudah mampu menghasilkan getaran secara intens,dengan di tempelkan di mulut sebagai resonansi nya, dan lidah sebagai pengontrol bunyi yang kita inginkan.

Ada beberapa jenis suara yang dihasilkan, yaitu dengan mulut kosong tanpa napas dan dengan menggunakan napas,ini akan menghasilkan bunyi yang berbeda. Alat ini bisa menghasilkan suara yang khas dari tiap orang, sebutlah jenis melodi, rhytm dan bass nya bisa di hasilkan, atawa kendang, saron, goong nya kata orang sunda mah, bahkan menyanyikan lagu dengan karinding sekalipun, bukan dengan vokal kita, ini tergantung bagaimana kita bisa memainkan lidah dan napas.

Yang menarik dari Karinding ini adalah, Pertama dengan cara di pukul ini mampu menghasilkan bunyi yang variatif cukup banyak. Kedua, suara tiap orang yang memainkan akan berbeda dengan yang lainnya, walaupun memainkan jenis pukulan (Rahel) yang sama , ini berbeda karena tiap orang memilki konstruksi mulut yang berbeda.


Karinding 2

Biasanya karinding itu dimainkan pada malam hari oleh orang-orang sambil menunggui ladangnya di hutan atau di bukit-bukit, dan saling bersautan antara bukit yang satu dan bukit lainnya. Ternyata alat musik karinding bukan hanya sebagai alat untuk mengusir sepi dimalam hari tapi juga berfungsi untuk mengusir hama. Suara yang dihasilkan oleh alat musik karinding membuat hama padi tidak mendekat karena menyakitkan buat hama tersebut. Karena karinding tersebut menghasilkan suara dengan low decible yang hanya dapat didengar oleh insect seperti hama, dan sangat merusak konsentrasi hama tersebut.

Sumber :

Kampung Budaya Sindang Barang
http://yoyoyogasmana.multiply.com/journal/item/1
http://su.wikipedia.org/wiki/Karinding

Monday, February 7, 2011

pentingnya menghargai orang lain




Pernahkan kamu merasakan dirimu tidak merasa di hargai di mata orang lain? merasa seakan kita tidak dianggap atau pengorbanan kita seakan tidak bermanfaat kepada oarang tersebut ? sungguh sangat sakit sekali teman, usaha yang seharusnya di beri imbalan walau hanya ucapan terimaka kasih namun malah kita merasa disalahkan dengan usaha kita tersebut.Sungguh ironis.
Masih teringat sewaktu saya kecil, saat itu saya sangat menginginkan sekali sepeda sperti yang dipakai teman saya. Saya minta kepada orang tua, katanya disuruh sabar menunggu bulan depan Bapak gajian. Satu bulan lamanya saya menunggu hari, ternyata awal bulan gak kunjung juga dibelikan karena uang buat keperluan lain. Pertengahan bulan keluarga saya dapat rejeki dari arisan perkumpulan organisasi, dan bapakku berjanji siangnya langsung mau belanjakan uang tersebut untuk sepeda yang saya inginkan.
Pulang sekolah saya langsung bergegas menunggu Bapak membawa sepeda harapan saya. Setelah saya menunggu kahirnya Bapak membawa sepeda namun sayang sekali sepeda tersebut gak seperti yang saya harapkan sama sekali.
Sesampainya bapak di rumah, saya sambut dengan wajah kecewa dan tangisan, gak berhentinya saya menangis. Dalam hati saya sangat kecewa sekali, walau ibuk dan bapak menenangkan saya dengan kata - kata yang bijak. Awalnya saya malu memakai sepeda tersebut namun lama - lama saya pakai juga. Kakak memotivasi saya, secara tidak langsung ada juga satu dua teman yang mendukung orang tua saya supaya saya terima apa adanya pemberian mereka. Akhirnya saya lama kelamaan senang dengan pemberian bapak saya. Sepeda itu gak jelek atau kenapa - kenapa sih hanya saja saya tidak suka saja.
Terima kasih bapak. Alhamdulillah sepeda tersebut masih dan InsyaAllah berguna untuk orang lain. Sepeda itu sudah dikasihkan orang lain yang dari segi ekonomi tak bisa membeli sebuah ontel.
Dari pengalaman saya diatas dapat diambil pelajaran, menghargai orang lain sangatlah utama.
Kalo waktu itu otak saya otak orang dewasa seharusnya saya sudah sangat berterimakasih kepada bapak meski di hati merasa sangat kecewa. Berarti kalo ada orang gak menghargai pemberian sesuatu dari orang itu termasuk otak anak kecil dunk..hahha May be.
Pelajaran yang kedua adalah motivasi.
Kata - kata adalah kekuatan jiwa dan raga manusia. Dengan kata - kata orang bisa dibangkitkan dari kesusahan, kebimbangan, putus asa namun sebaliknya hubungan baik selama bertahun - tahun bisa bisa sirna hanya dengan satu kecap perkataan. Saya mendapat support dari teman, kakak sehingga saya mau mamakai sepeda tersebut. Pelajaran yang ketiga adalah Musyawarah atau urun rembug demi kesepakatan sesuatu. Saya tidak sepenuhnya membenarkan bapak saya, karena seharusnya menjadi orang tua yang bijak haruslah tau keinginan anaknya, bisa saja saya diajak untuk memilih sendiri sepeda yang saya inginkan.Setidaknya bapak bisa memberi sedikit pengertian kalo uangnya hanya pas - pasan. Pelajaran yang selanjutnya dalah bersyujur dan ikhlas.


Sangat banyakl sekali cara untuk menghargai orang lain. Semogha kita tidak termasuk orang yang buta akan rasa, karena menghargai adalah kebiasaan dan kebiasaan adalah mersakan.
Misalnya Menghargai pacar yang sudah berusaha menghibur, menemani dan memberi sesuatu mungkin, jangan lah mementingkan ego, mejaga hati n sikap sangatlah dibutuhkan untuk menjalin relasi kepada siapa pun.

hehe, bukan maksut aku sok menggurui ya brow..ini hanya sekelumit penilaian aku kenangan indah di waktu kecil. masih banyak adegan - adegan hidupmu yang pantas untuk di evalusai dan dikaji.

Wednesday, February 2, 2011

EUFORIA






Sore kemarin tanggal 1 Februari ada pertandingan sepakbola antara persiba bantul melawan Persebaya. Sepertinya seru sih, saya juga kurang tau karena gak nonton, hehhe Sebenarnya aku suka nonton pertandingan langsung namun Teman - teman dirumah pada gak terlalu senang melihat bola jadi males deh karena gak ada temen. Persiba menang 5- 0 atas Persebaya.

Banyak sekali para paser bumi (nama suporter Persiba) yang datang untuk menyemangati para pemain entah cuma pengen gembor2 motor atau benar2 setia dengan paser bumi (wues setia..bahasanya bok). Banyak rombongan itu yang melewati kampung ku, Ngasem. Kapung ini bisa dibilang memang sangat strategis lokasinya karena satu - satunya akses jalan langsung dari barat menuju Stadion Sultan Agung. Mereka senang euforia menggembor - gemborkan motornya. Berjalan melewati kampungku sesuka mereka dikiranya gak menganggu lingkungan. Oh no...

Sudah 2 session pertandingan berjalan, ide dari teman - teman serombongan saya yaitu kita harus bertindak tegas kepada orang - orang tak tau diuntung itu. Kasihan yang mempunyai bayi kecil lah kalo mereka dibiarkan begitu saja.
Akhirnya kami sepakat menghadang para supporter yang menggembor - gemborkan motornya di kampung kami. Kami stop langsung aja kami tindak tegas.

Pada session terakhir kemarin di sepanjang jalan ngasem penuh personil kami, gak tua muda semua maju bahka ada dari pemuda kami yang siap membawa kayu.
Pernah suatu ketika ada orang naik motor RX king gembor kan motornya mahrib2.Gak tau waktu dan suasana, rasakan lah, orang itu kami hajar ramai2.

Sekarang para supporter itu berjalan tertib gak ada yang berani sesuka hati menggemborkan motornya di kampung kami.
Terus terang kami merasa tergangu dengan susana seperti itu.

Mohon maaf tulisan saya ini bukan berarti mendukung adanya perang saudara atau tindak anarkis namun hanya sebagai gambaran saja tentang indahnya hidup tenang dan tertib tidak mengganggu pihak lain atau lingkungan.

Salam Damai.
Avan Lintang

Sunday, January 30, 2011

Rafting di Sungai Ello




Bagaimana dengan weekend anda, apakah anda habiskan bersama keluarga, teman, komunitas atau pacar ?. Mau weekend bersama siapapun yang penting seru dan bisa me-refresh hari - hari sibuk anda.

Kalo anda pernah ke daerah magelang pasti yang anda tau pertama kali adalah candi borobudur, andi Mendut dan lain2. Its many emple in this place. Meskipun salah satu keajaiban dunia tersebut kebanyakan orang tau nya masuk daerah jogja. DiMmagelang juga terkenal objek wisata sungai elo yaitu tempat untuk arung jeram/ RAFTING.
Banyak tempat rafting disana, kami waktu itu berkegiatan di sabana Rafting tempatnya senior kami Mbah Surip.

Tanggal 22 Januari kemarin kelompok petualang gunung dan rimba lebah gunung (KPGR Lebah gunung) mengadakan makrab dan rafting di sungai ello Magelang. Sepulang kerja aku masih ditunggu teman2, kami berangkat sore dan sekitar pukul 7 malam baru sampai Ello. Jalan magelang lagi di bangun sehingga macet banget dan membuat aku terpisah denan rombongan, adaacara kesasar juga lagi aku. Huuff :(



Finally tiba juga di pinggir kali Ello. Acara makrab terlaksana dengan lancar denga dditandainya pemotongan tumpeng karena hari itu juga dalam rangka Ulang tahun KPGR. Setelah sharing dengan para Senior, q dah masuk senior loh..hhaha, wueh pamer,lanjut kita memupuk kebersamaan dengan bermain poker meski yang lain sudah banyak yang udah tidur.
Aku awalnya cuma pengen ikut makrab aja sih karena maklumlah tanggal tua dompet dah semakin tipis. Tapi sayang juga kalo dah sampai sini kalo gak ikut rafting.
Rafting pun dimulai, wau sangat seru.Untung aku ikut, nyesel deh kalo gak ikut.
This is first experience, wau its great..fantastic
Rafting yang notabene hanya aku lihat di TV, akhirnya aku bisa ngerasain juga.



Aku satu kapal dengan Rofi, Hada, wiwit,Wafa, farah dan satu pendamping namanya mas Eka. Kita kapal terakhir dari 5 rombongan kapal. Gak asik rasanya kalo gak menjerit histeris ketika jeram menghadang dan banyak tanjakan2 tajam yang seru. Sungainya dalam juga, dengan menggunakan pelampung kita dapat mengapung bertebaran kaya sampah. hahha. Gak jarang juga kita turun ke sungai untuk berenang dan kadang kapal sengaja kita gulingkan balik.
Waktu itu kapal kita balik sampai wiwit terjebak di bawah kapal itu mengepak epak kaya kucing kecebur di sumur. Nikmat sekali berenang sambil kencing di sungai.

Session yang paling asik tuh waktu kita berada di penyempitan sungai. Gak ada jeramnya sih namun alirannya cukup deras. Semua turun ke sungai sehingga terasa gayeng sekali kebersamaan diantara kita. Kita dapat melihat tingginya jembatan dari bawah dan di penyempitan itu banyak pancuran air.
Cuaca mendung, rafting menjadi semakin asik, dingin tak dirasa yang penting happy.
Sungai yang mengalir dari gunung Merbabu ini memang siiip, meski agak buthek. Sampai akhirnya gak kerasa kita sampai finish.

Subhanallah

Thursday, January 6, 2011

Ternyata lagu ini mengandung makna yang dalem banget



Lir ilir, Tembang Para Wali Tanah Jawi

Lir-ilir, lir-ilir
tandure wis sumilir
Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar
Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir
Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore
Mumpung padhang rembulane mumpung jembar kalangane
Yo surako… surak hiyo…

Sayup-sayup bangun (dari tidur)
Pohon sudah mulai bersemi,
Demikian menghijau bagaikan gairah pengantin baru
Anak penggembala, tolong panjatkan pohon blimbing itu,?
walaupun licin(susah) tetap panjatlah untuk mencuci pakaian
Pakaian-pakaian yang koyak(buruk) disisihkan
Jahitlah, benahilah untuk menghadap nanti sore
Mumpung terang rembulannya
Mumpung banyak waktu luang
Mari bersorak-sorak ayo…

Lir ilir, judul dari tembang di atas. Bukan sekedar tembang dolanan biasa, tapi tembang di atas mengandung makna yang sangat mendalam. Tembang karya Kanjeng Sunan ini memberikan hakikat kehidupan dalam bentuk syair yang indah. Carrol McLaughlin, seorang profesor harpa dari Arizona University terkagum kagum dengan tembang ini, beliau sering memainkannya. Maya Hasan, seorang pemain Harpa dari Indonesia pernah mengatakan bahwa dia ingin mengerti filosofi dari lagu ini. Para pemain Harpa seperti Maya Hasan (Indonesia), Carrol McLaughlin (Kanada), Hiroko Saito (Jepang), Kellie Marie Cousineau (Amerika Serikat), dan Lizary Rodrigues (Puerto Rico) pernah menterjemahkan lagu ini dalam musik Jazz pada konser musik “Harp to Heart“.

Apakah makna mendalam dari tembang ini? Mari kita coba mengupas maknanya

Lir-ilir, lir-ilir tembang ini diawalii dengan ilir-ilir yang artinya bangun-bangun atau bisa diartikan hiduplah (karena sejatinya tidur itu mati) bisa juga diartikan sebagai sadarlah. Tetapi yang perlu dikaji lagi, apa yang perlu untuk dibangunkan?Apa yang perlu dihidupkan? hidupnya Apa ? Ruh? kesadaran ? Pikiran? terserah kita yang penting ada sesuatu yang dihidupkan, dan jangan lupa disini ada unsur angin, berarti cara menghidupkannya ada gerak..(kita fikirkan ini)..gerak menghasilkan udara. ini adalah ajakan untuk berdzikir. Dengan berdzikir, maka ada sesuatu yang dihidupkan.

tandure wus sumilir, Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar. Bait ini mengandung makna kalau sudah berdzikir maka disitu akan didapatkan manfaat yang dapat menghidupkan pohon yang hijau dan indah. Pohon di sini artinya adalah sesuatu yang memiliki banyak manfaat bagi kita. Pengantin baru ada yang mengartikan sebagai Raja-Raja Jawa yang baru memeluk agama Islam. Sedemikian maraknya perkembangan masyarakat untuk masuk ke agama Islam, namun taraf penyerapan dan implementasinya masih level pemula, layaknya penganten baru dalam jenjang kehidupan pernikahannya.

Cah angon cah angon penekno blimbing kuwi. Mengapa kok “Cah angon” ? Bukan “Pak Jendral” , “Pak Presiden” atau yang lain? Mengapa dipilih “Cah angon” ? Cah angon maksudnya adalah seorang yang mampu membawa makmumnya, seorang yang mampu “menggembalakan” makmumnya dalam jalan yang benar. Lalu,kenapa “Blimbing” ? Ingat sekali lagi, bahwa blimbing berwarna hijau (ciri khas Islam) dan memiliki 5 sisi. Jadi blimbing itu adalah isyarat dari agama Islam, yang dicerminkan dari 5 sisi buah blimbing yang menggambarkan rukun Islam yang merupakan Dasar dari agama Islam. Kenapa “Penekno” ? ini adalah ajakan para wali kepada Raja-Raja tanah Jawa untuk mengambil Islam dan dan mengajak masyarakat untuk mengikuti jejak para Raja itu dalam melaksanakan Islam.

Lunyu lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro. Walaupun dengan bersusah payah, walupun penuh rintangan, tetaplah ambil untuk membersihkan pakaian kita. Yang dimaksud pakaian adalah taqwa. Pakaian taqwa ini yang harus dibersihkan.

Dodotiro dodotiro, kumitir bedah ing pinggir. Pakaian taqwa harus kita bersihkan, yang jelek jelek kita singkirkan, kita tinggalkan, perbaiki, rajutlah hingga menjadi pakain yang indah ”sebaik-baik pakaian adalah pakaian taqwa“.

dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore. Pesan dari para Wali bahwa suatu ketika kamu akan mati dan akan menemui Sang Maha Pencipta untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatanmu. Maka benahilah dan sempurnakanlah ke-Islamanmu agar kamu selamat pada hari pertanggungjawaban kelak.

Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane. Para wali mengingatkan agar para penganut Islam melaksanakan hal tersebut ketika pintu hidayah masih terbuka lebar, ketika kesempatan itu masih ada di depan mata, ketika usia masih menempel pada hayat kita.

Yo surako surak hiyo. Sambutlah seruan ini dengan sorak sorai “mari kita terapkan syariat Islam” sebagai tanda kebahagiaan. Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu (Al-Anfal :25)

* Diambil dari berbagai sumber. Mohon dikoreksi jika ada kesalahan, karena saya juga manusia yang tak pernah lepas dari salah dan dosa.

Sunday, December 5, 2010

mybothsides: Mencintai Musuh Kita

Tuesday, August 31, 2010

BERFIKIRLAH 3 HARI KE DEPAN SAJA




Akhir ikhir ini saya sering menyendiri untuk berfikir apakah kuliah ini jadi aku ambil atau enggak.
Setelah diumumkannya q tidak diterima di disain interior ISI, maka q meneruskan rencana saya selanjutmya yaitu mendaftar STIE API. Sempat terbesit rasa kecewa saya tidak ketrima di DEKOR ISI, namun tak apalah pasti ada banyak hikmah dibalik itu.
Dari dulu semenjak awal kelulusan saya sudah diberi tawaran oleh ibuk teman saya untuk kuliah di bidang pariwisata namun tak kunjung juga saya ambil karena banyak faktor waktu itu salah satunya belum siap secara moril dan materiel. Tahun selanjutnya wawasan saya dibuka oleh teman saya untuk kuliah di ISI jurusan seni rupa,setelah itu saya mulai belajar untuk mencintai hobi menggambar karena hobi itu tak kumiliki sejak dulu.Penerimaan mahasiswa baru pun tiba, di sela sela kesibukan saya bekerja di Medogh saya sempatkan pergi ke ISI dan akhirnya mengikuti tes disana.Begitu uga degan API, saya selalu sempatkan untuk mendaftar jauh2 di babarsari. Ceritanya,sudah semangat - semangat ijin ama bos minta waktu daftar kuliah, eh sesampainya di depan Atma jaya saya baru inget kalo saya gak bawa uang. Jiaaah di dompet uang tinggal 91.000. Q berhenti dan cari akal, akhirnya q mampir di tempat sahabatq gak jauh dari situ kosnya, q nyampe sana dia masih tidur dan bilang kalo gak ada duit.
"waduhhh..gimana ini"...ungkap saya.
saya bilangnya ma dia "mau pinjem uang buat daftar kuliah" maka spontan sambil merem dia bilang gak punya duit. Setelah saya bilang kalo nominalnya hanya 10.000, akhirnya dibukalah dompetnya yang ditaruh diatas komputer.
Kemarin saya diberi 2 option oleh Bos, apa yang harus saya lakuakan diperusahaan ini kalo kuliah dan pilihan satunya yaitu saya tidak kuliah. Berhari hari saya menyendiri untuk berfikir, kadang q tanya ama temen kenapa dia memilih untuk men -Droupt out (DO) kan diri, tanya ama temen apa sih yang asik di kuliah, tanya ama temen apa tujuannya kuliah, dan mengamati sarjanawan dan sarjanawati di lingkungan kita. (saya tidak bilang kalo mereka ujung2nya nganggur, karena saya sangat menghargai sebuah ilmu. Mungkin kurang doa nya saja ).
Setelah Istikhoroh ternyata hati kecilku bilang untuk tidak aku ambil kuliah di API.Dinalar apabila jadi ambil,saya mungkin akan kerepotan untk membagi waktu dan pikiran. Belum lagi faktor intern saya dengan orangtua, saya sudah sungkan untuk meminta uang lagi kepada orang tua saya.
Belum tau tahun depan atau tahun depannya lagi saya mau daftar lagi apa enggak. Alasan kenapa saya memilih untuk belum kuliah :
# Saya belum tau apa tujuan kuliah di API. mau jadi apa besok.
# Saya sudah terlanjur enjoy dengan pekerjaan dan posisi saya saat ini. karena mungkin sudah banyak sesuatu yang saya dapat terutama tentang ilmu, wawasan dan link.
# Aku mencintai kesenian,otomatis kalo saya kuliah malam pasti hoby saya itu harus saya tinggalkan tau off selama 4 tahun.siang kerja, malam kuliah..mana sempet.
# inilah pilihan yang menguatkan saya tidak ambil kuliah, karena saya optimis dengan langkah ini..Untuk nanti akhirnya ingin meraih cita cita saya yaitu membangun bisnis. menjadi seorang enterpreneur.

Tujuan manusia sebenarnya adalah hidup seimbang antara Kepentingan dengan Tuhan juga dengan sesama..Menjadi manusia yang berguna kepada orang lain..menerapkan ilmu dan berbagi sedekah kepada orang lain. itu tujuan yang saya temukan..dan InsyaAllah akan saya raih.